Senin, 01 Februari 2010

Matanya Ijo, lihat duit

Istilah di atas sering kali kita alamatkan pada teman, atau orang lain yang memiliki sifat matrealistis. Yang apa-apa diukur berdasarkan duit atau uang, tapi tahukah anda, kalau istilah tsb sudah ada sejak lama bahkan sudah ada sejak zaman kolonial.
Menurut buku Saudagar Baghdad dari Betawi, karangan Abah Alwi seorang wartawan senior Republika. Mengatakan waktu - kira-kira sekitar tahun 1950 'an - itu beredar mata uang 100 sen - atau menurut istilah saat itu ce-tun – dimana uang itu memiliki ciri khas berwarna hijau. Duit segitu ketika itu dapat dibilang memiliki nilai besar.
Nah, karena beredar uang 100 sen inilah muncul istilah matanya ijo kalau lihat duit. Apalagi kalo tuh duit boleh nemu di jalan...hehehehe.
Pada masa itu uang segitu sudah bisa dipakai buat nonton bioskop di Garden Hall(Cikini)
Ketika itu belum ada uang bernominal besar semacam seribu sampai ratusan ribu seperti saat ini, pada waktu itu harga barang dan kebutuhan pokok masih murah.
Masih menurut Abah Alwi, mantan reporter radio nasional Antara ini, menuturkan. Dulu dengan uang lima sen orang sudah dapat membeli beras dua liter, bayangkan saja sekarang beras segitu harganya lima ribuan lebih. Waktu itu juga dengan uang 2,5 sen orang bisa makan dengan nasi lengkap dengan lauk pauk ayam dan telur, beda dengan sekarang dimana harganya paling murah Rp 3500(dengan lauk nasi telur). Sementara dengan uang 10 sen, orang sudah bisa mentraktir kawan-kawannya makan di restoran.
Yah, begitulah sejak dulu uang memang selalu menjadi hal yang pokok dan dicari-cari semua orang, termasuk juga saya. Bedanya, dulu dan sekarang hanyalah bentuk nominalnya, saya akui dulu harga-harga kebutuhan memang tidak setinggi sekarang. Tapi, jangan sampai harga yang tinggi tsb, bikin kita lupa daratan terus bikin mata kita jadi ijo....hahahahaha....^_^

Minggu, 31 Januari 2010

Viera


Viera-dengarkan curhatku
Viera-bersamamu
Viera-perih
Viera-Rasa ini
Viera-Terbang
Viera-Jadi yang kuinginkan
Viera-manusia

BCL(Bunga Citra Lestari)


BCL-Karena kucinta Kau
BCL-Pernah Muda
BCL-Aku tak mau sendiri
BCL-Aku dan dirimu
BCL-kecewa

Gita Gutawa


Gita Gutawa feat Maia-Mau tapi malu
Gita Gutawa-Parasit
Gita Gutawa-Tak perlu keliling dunia(ost Laskar Pelangi)
Gita Gutawa feat Ada Band-Ayah
Gita Gutawa-Sempurna
Gita Gutawa-Jalan Lurus
Gita Gutawa feat Dafi-Dua hati jadi satu

Pembuka dari Penulis

Blog saya ini yang berjudul, Sejarah Unik, kenapa blog ini saya beri nama begini, karena blog ini berusaha mengangkat hal-hal unik di sekitar kita, seperti hal-hal umum yang mungkin selama ini kita anggap remeh......segitu dulu dari saya semoga anda semua terhibur..